Siamo Una Famiglia

Lazio Indonesia

Persamaan dan Perbedaan Skuad Lazio dan Lazio Primavera

Societa Sportiva Lazio, klub pertama di kota Roma berada pada posisi lima klasemen sementara Serie A saat ini. Sementara itu, tim Primavera Lazio sedang bertengger di puncak klasemen Primavera Girone A dengan mengoleksi 42 poin. Pada musim ini baik Lazio dan Lazio Primavera ternyata memiliki kesamaan dan perbedaan dalam beberapa hal. Berikut persamaan dan perbedaan dari skuad Simone Inzaghi dan Andrea Bonatti ini.

  1. Oh…. Il Lupi

La Roma merupakan rival abadi La Lazio, duel dua tim Roma ini benar-benar panas baik tim utama maupun primavera. Sayangnya bagi kubu Lazio pertemuan mereka dengan la roma akhir-akhir ini benar-benar menjadi momok. Lazio benar-benar kesulitan untuk menundukkan tim bersimbol serigala yang sedang menyusui itu. Lazio terakhir kali mengalahkan la roma pada pertandingan final Coppa Italia 2013. Semenjak itu Lazio belum pernah sekalipun meraih kemenangan atas rival abadi mereka. Terhitung sudah tujuh pertandingan dimainkan sejak laga bersejarah itu dan Lazio hanya mampu meraih dua hasil seri. Parahnya lagi empat pertandingan terakhir Lazio dalam DDC mereka mengalami kekalahan beruntun. Masih ada tiga pertandingan lagi musim ini, saat yang tepat bagi Lazio untuk bangkit dan memutus rangkain hasil buruk tersebut.

Lazio Primavera juga mengalami hal yang serupa, terakhir kali mereka meraih kemenangan atas la roma terjadi pada semifinal Coppa Italia 2015. Dalam tiga pertandingan terakhir Lazio Primavera meraih satu hasil seri dan dua kali kekalahan. Bahkan dibabat habis lima gol tanpa balas di Trigoria pada perempat final Coppa Italia 2016. Masih ada kesempatan untuk membalas jika kedua tim bertemu lagi di final eight, semoga menjadi penebusan dosa Alesandro Rossi yang melakukan hal konyol di pertandingan terakhir itu.

Menang, target Lazio besok Kamis

  1. Coppa Italia The Ultimate Weapon

Sebagai dua rival abadi, sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan suporter untuk saling mengejek tentang berbagai hal. Namun bentuk ejekan yang menyenangkan adalah ejekan mengenai hasil pertandingan Derby Della Capitale.  Salam lima jari, ejekan suporter la roma terhadap laziale dimana Lazio mendapatkan lima kekalahan beruntun pada periode 2009-2010 yang mungkin akan terulang kembali musim ini. Begitu juga dengan Lazio Primavera, salah satu pemain la roma berpose dengan mengangkat lima jari yang berarti kemenangan telak mereka atas Lazio. Walaupun salam lima jari memiliki arti yang berbeda dalam ejekan tersebut, tentunya ejekan itu benar-benar membuat geram kita sebagai seorang laziale.

Untungnya tim utama Lazio dan Lazio Primavera memiliki senjata mematikan yang bisa membalikkan ejekan romanisti itu. Senjata yang mematikan itu adalah Coppa Italia. Bukan jumlah gelar karena la roma masih memiliki lebih banyak gelar Coppa Italia, tetapi adalah final Coppa Italia diantara keduanya. Final Coppa Italia dianggap sebagai the ultimate derby karena pada pertandingan tersebut tidak ada toleransi untuk suatu kesalahan. Menang menjadi juara, kalah menjadi ampas dan prosentase untuk terulangnya pertandingan tersebut sangat kecil. Lazio berhasil menundukkan la roma pada kedua final Coppa Italia itu. 26 Mei 2013, gol tunggal Lulic sukses menumpahkan air mata romanisti. Dua tahun berselang, 1 Mei 2015, Oikonomidis berhasil membuat doppietta yang lagi-lagi membuat romanisti terdiam. T’ho Alzato La Coppa In Faccia, merupakan senjata yang ampuh bagi laziale.

La Coppa In Faccia hehehehe

  1. Young and Old

Dari 20 tim yang berlaga di Serie A, tim utama Lazio merupakan tim termuda ketiga di bawah Bologna (25,1 tahun) dan Crotone (25 tahun). Rata-rata umur tim utama Lazio yang berjumlah 26 pemain adalah 25,3 tahun. Abukar Mohammed yang ditransfer dari Turun Pallouseura menjadi pemain termuda dengan usia 18 tahun, sementara Federico Marchetti menjadi pemain tertua dengan usia 34 tahun. Kombinasi tua muda ini boleh dibilang menunjukkan performa bagus dan masih memiliki potensi untuk lebih baik lagi. Jika dilihat dari rataan umur tim-tim di Serie A, Lazio merupakan tim termuda dengan posisi yang paling tinggi saat ini.

Sementara itu dari tiga wilayah di kompetisi Primavera, skuad asuhan Andrea Bonnati merupakan tim tertua kelima dilihat dari rataan umur para pemain. Rata-rata umur tim Lazio Primavera adalah 18,5 tahun. Pemain dengan usia tertua yaitu kapten sekaligus bomber andalan Alesandro Rossi dengan usia 20 tahun. Sementara pemain termuda adalah Manolo Portanova yang sukses menjadi pemain inti walau masih berusia 16 tahun.

pemain muda penuh potensi Lazio

  1. Goal Productivity

Memang kurang pantas jika membandingkan jumlah gol antara Lazio dan Lazio Primavera. Perbedaan jumlah pertandingan dan kualitas yang cukup jauh menjadikan alasan utama sulit untuk membandingkan kedua tim ini. Namun keduanya mencatat perolehan gol yang sama saat ini, yaitu 45 gol. Penyumbang gol terbanyak pada masing-masing skuad adalah Immobile (14 gol) dan Rossi (18 gol). Sementara itu, baik Lazio dan Lazio Primavera sudah kebobolan 20 gol lebih, bukan catatan yang bagus diantara keduanya, namun Lazio Primavera sedikit lebih unggul dengan jumlah clean sheet yang lebih banyak dan jumlah kebobolan yang lebih sedikit.

Mental, kelemahan seorang Rossi

  1. Foreign Players

Di kompetisi yang semakin kompetitif, kebutuhan akan pemain asing memang tidak bisa terelakkan lagi. Tidak hanya dalam kompetisi profesional, dalam kompetisi amatir pun pemain asing sangat dibutuhkan. Skuad utama Lazio memiliki 19 orang pemain asing atau 73% dari jumlah pemain, sementara Lazio Primavera memiliki 10 pemain asing dalam tim yang berarti 40% dari anggota tim. Nah ternyata keduanya sama-sama menduduki peringkat ketiga dalam penggunaan jumlah pemain asing terbanyak. Di Serie A Lazio berada di bawah Udinese (24) dan AS Roma (20) dalam penggunaan pemain asing. Sementara di kompetisi Primavera, Lazio Primavera di bawah Inter Milan Primavera (13) dan Fiorentina Primavera (13).

Pemain Serbia dan Albania di Lazio

Nah itu dia beberapa persamaan dan perbedaan diantara skuad Lazio dan Lazio Primavera. Keduanya memiliki tujuan masing-masing yang harus dikejar musim ini. Tim utama Lazio sedang berjuang sekuat tenaga untuk mengejar tiket kembali ke pentas Eropa. Lazio masih memiliki peluang untuk mengejar tiket Champions League walaupun secara statistik peluang meraih tiket Europa League lebih besar bagi mereka. Terlebih lagi Lazio berpeluang besar menjuarai Coppa Italia yang otomatis akan mengamankan tiket Eropa League. Di sisi lain Lazio Primavera fokus untuk lolos final eight dan mencoba kembali untuk meraih scudetto. Kita berharap keduanya bisa meraih hasil yang terbaik dan tentunya dukungan para laziale akan terus menemani. Forza Lazio !

About the author

Io tifo Lazio, Il tuo pure

Berikan komentar