Siamo Una Famiglia

Lazio Indonesia

Memori Indah Saat Lazio Berkunjung ke Jakarta

Saat teringat tanggal 26 Mei tentulah semua ingatan Laziale akan terpatri pada momen indah saat Lazio mengalahkan musuh bebuyutan, Roma di final Coppa Italia 2013. Ketika itu Lulic menjadi pahlawan bagi Lazio saat sebiji golnya membuat fans merah marun bersedih hati karena gagal juara oleh Lazio.

Namun, memori indah bagi Laziale bukan hanya saat ini saja. Akan tetapi memori indah bagi Laziale juga terjadi saat 26 Mei bahkan terjadi tahun 1996 silam. Memori apakah itu?

Ya, memori indah itu mungkin hingga saat ini menjadi memori indah dan tak terlupakan bagi Laziale khususnya di Indonesia. Lazio kala itu berlaga melawan tim Super Bintang Liga Indonesia di stadion Senayan, Jakarta.

Hal ini tidak lepas dari usaha Dali Taher yang saat itu menjabat pengurus PSSI yang memiliki jaringan diluar negeri. Kala itu PSSI sangat dekat dengan Italia sebagai liga terbaik di dunia dan menjalin program Primavera dan Baretti di tahun 90an.

Lazio datang dengan bintangnya yakni Beppe Signori, Luca Marchegiani, Favalli, Negro dan Rambaudi. Sedangkan Winter (Belanda)? Boksic (Krosia), Casiraghi, Di Matteo dan Fuser (Italia) menjalani persiapan bersama timnas masing di ajang EURO 96 Inggris.

Beppe Signori dan Fernando Orsi berpose dengan penggemar.

Walau pertandingan antar Lazio dan Super Bintang Liga Indonesia disiarkan langsung oleh ANTV namun puluhan ribu penonton datang ke Senayan hanya ingin menikmati aksi Signori yang sudah 2 kali Top Skorer Liga Italia. Harga tiket kala itu dibuka paling murah lima ribu rupiah dan paling mahal lima puluh ribu rupiah.

Laga yang menarik ini berkesudahan 6-2 tuk kemenangan Lazio. Gol diciptakan oleh Signori (2), Rambaudi, Esposito (2) serta Favalli. Sedangkan gol Super Bintang Liga Indonesia diborong oleh striker timnas Indonesia, Widodo C Putro. Skor dibabak pertama ialah 3-1 tuk Lazio dan dibabak ini pula Signori menghibur penonton dengan tendangan penalti satu langkahnya.

Puluhan ribu penonton sangat terhibur malam itu. Tim yang di pimpin oleh Zdenek Zeman itu memberikan banyak pelajaran berharga di hadapan penonton Jakarta. Tidak ada penonton yang memakai “jersey” Lazio kala itu sebab masih langka dan mahal.

Favalli melayani uluran tangan para penonton.

Hal yang menarik selain pertandingan Lazio di ibukota Indonesia ialah saat Signori dan kiper Lazio, Orsi pergi diam-diam dari hotel ke Pasar Baru, Jakarta Pusat guna mendapatkan kamera bagus dengan harga murah. Kejadian unik ini dimulai saat Signori tertarik dengan kamera milik wartawan BOLA yakni Tjandra Moh Amin. Akhirnya sang wartawan mengajak duo Lazio ini ke pusat kamera Jakarta.

Selain itu yang unik ialah saat tim Lazio jalan-jalan di Pondok Indah Mall untuk cuci mata di Jakarta. Banyak pengunjung tidak menyangka hal ini. Salah satu yang kaget ialah Caesar Gunawan (artis dan penyiar radio) yang saat itu sedang berada disana. Terlebih dirinya juga Laziale. Maka sontak dia terbengong-bengong saat tim idolanya jalan di mall.

Cesar (tengah) bersama Penulis (kiri) dan Presiden Lazio Indonesia, Alvin Valentino (kanan).

Kini memori indah itu selalu menghiasi relung hati Laziale yang saat itu sempat melihat aksi Lazio di Senayan dan berharap Lazio kembali lagi ke Indonesia. Karena terbukti Lazio bukan hanya tim pertama di Ibukota Italia namun tim pertama dari Ibukota Italia di Ibukota Indonesia. Forza Lazio!

Penulis : Wishnu Sasongko

Berikan komentar