Siamo Una Famiglia

Lazio Indonesia

Inzaghi: “Lazio Membuat Sejarah yang akan Selalu Diingat”

Juventus gagal membalas kekalahan yang mereka alami pada Supercoppa Italiana atas Lazio. Mereka kembali gagal mengalahkan tim pertama di ibukota Italia tersebut. Berhasil unggul di 1-0 di babak pertama melalui Douglas Costa dengan gol kontroversial karena posisi Costa dalam keadaan offside, namun Lazio mampu membalas dengan cepat di awal babak ke dua melalui Immobile memanfaatkan umpan terukur dari Luis Alberto. Lazio berbalik unggul ketika Immobile dijatuhkan di dalam kotak penalti oleh Buffon. Tendangan penalti yang dihadiahkan oleh wasit berhasil Immobile konversikan menjadi gol sehingga membuat dia menjadi pemuncak top skor sementara. Juve hampir membuat kedudukan menjadi imbang ketika Patric menjatuhkan Bernardeschi di kotak penalti. Wasit yang awalnya ragu memberikan hadiah penalti kepada Juve setelah memanfaatkan teknologi Var. Dybala yang ditunjuk menendang penalti yang menentukan tersebut gagal menjalankan tugasnya ketika Strakosha menepis tendangan keras pemain Argentina tersebut dengan sempurna. Kedudukan berakhir 1-2 untuk kemenangan Lazio.

Sementara itu, Inzaghi tidak bisa menyembunyikan rasa puas atas perjuangan anak asuhnya di pertandingan tersebut di jumpa pers seusai pertandingan selesai. Dia juga membahas penalti Juventus dengan menggunakan Var seperti yang dilansir dari lalaziosiamonoi.

Apa yang Anda pikirkan ketika penalti dihadiahkan kepada Juventus?

“Saya akan merasa menyesal untuk para pemain untuk ujian tersebut. Saya juga akan menyesal jika sampai kehilangan dua poin. Berhasil menang di tempat ini adalah perkara besar yang saya kira akan terus menjadi satu sejarah bagi Lazio.”

Apa yang Anda katakan kepada Strakosha?

“Saya memberinya selamat, dia luar biasa. Di tengah pekan saya merasa khawatir karena dia tidak bisa ikut dalam salah satu sesi latihan. Jadi saya berkata kepadanya (ketika sesi latihan, red) agar dia tidak usah menendang bola. Bola akan dimainkan langsung ke tengah. Tapi dia menolaknya.”

Anda berhasil memanfaatkan jeda liga dengan memulihkan kembali pemain-pemain kunci.

“Saya kira kami melakukannya dengan baik. Bastos kembali berlatih setelah satu bukan absen. Dia sangat bagus, dan saya memberikan pujian kepadanya di depan publik dan juga secara pribadi. Dia bermain secara luar biasa hari ini.”

Pertandingan Supercoppa atau malam ini?

“Dua kepuasan yang berbeda, sulit untuk memilih. Pada Supercoppa kami mengangkat trofi di depan para suporter kami sendiri. Itu akan selalu kami ingat. Menang di sini juga memberikan sensasi tersendiri dan saya berterima kasih kepada para pemain atas dedikasi yang telah mereka tunjukan.”

Apakah gol Lazio kini telah berubah?

“Wajar jika kini banyak yang membicarakan kami karena kami telah melakukan hal yang luar biasa. Namun baru delapan pertandingan yang telah dijalani, kini Lazio akan berbicara banyak. Kami lebih baik untuk terus menginjak bumi. Tidak masalah jika kita merayakan kemenangan hari ini dan besok. Kemudian hari Senin nanti kami akan fokus ke Nice.”

Tentang pergantian pemain?

“Tidak ingin ada yang diganti, saya melakukannya karena mereka terlihat kelelahan. Kami baik-baik saja, saya memutuskan untuk mengubah sedikit di depan dan saya kira itu keputusan tepat.”

Pendapat Anda tentang hari ini?

“Hari ini adalah hari bersejarah untuk liga. Pertandingan juga berakhir dengan epik. Pertandingan seharusnya telah selesai selama 30 detik. Saya sendiri akan terus memikirkan hasil pertandingan ini. Mendapat penalti di menit ke 95 melalui Var adalah sesuatu yang kejam. Saya berterima kasih kepada para staf saya yang luar biasa. Akan menjadi hal yang sulit diterima pulang dengan hasil 2-2. Bermimpi lebih baik? Kita lihat apa yang akan terjadi nanti.

Bagaimana dengan kepemimpinan Mazzoleni?

“Ketika penalti saya mencoba menahan diri, saya tahu ada rekaman video. Namun ketika melihat di lapangan saya kira bukan pelanggaran. Wasit bisa saja benar atau salah. Sebelumnya Juventus kurang diuntungkan dan ini merupakan pertama kalinya untuk kami berhadapan dengan Var, mungkin akan ada lagi selanjutnya.

Berikan komentar