Siamo Una Famiglia

Lazio Indonesia

Gofredo “Il Tassinaro” Lucarelli

Il Tassinaro” sebutan di Italia bagi seseorang yang berprofesi sebagai supir taksi. Namun di kota Roma ada seorang supir taksi spesial yang mendapat julukan “Il Tassinaro”, dia adalah Goffredo Lucarelli. Goffredo Lucarelli merupakan seorang supir taksi yang terkenal di kota Roma, mungkin hampir setiap warga kota Roma pernah memiliki masalah dengannya. Hal ini dikarenakan Goffredo merupakan pribadi yang berwatak keras, saking kerasnya adu mulut hingga baku hantam merupakan hal yang biasa bagi dirinya. Goffredo Lucarelli adalah seorang Laziale, bukan sembarang Laziale dia adalah capotifoso Ultras Lazio pada era 70-80an.

Il Tassinaro

Goffredo tumbuh di Magliana, kawasan di kota Roma basis supporter Lazio. Sebagai seorang capotifoso dengan style khasnya rokok di mulut dan scarf di tangan dirinya selalu mengikuti Lazio kemanapun dengan biaya sendiri. Pada eranya Goffredo merupakan fans Lazio paling terkenal dan paling ditakuti, terkadang di beberapa wilayah di Italia dialah fans Lazio yang paling dibenci. Di Pescara, Goffredo merupakan orang paling dicari ketika Ultras Lazio datang, karena dirinya merupakan otak dibalik scontri yang terjadi antara Ultras Lazio dan Ultras Pescara di Sungai Tiber. Namun di Milan, Goffredo sangat terkenal dan disukai, pernah dirinya diberikan sambutan oleh Inter Boys dengan sebuah gaun perawat dan ambulance ketika akan keluar dari Stadio Giusseppe Meazza.  Di kota Roma sendiri Ultras Roma menghormati dan juga takut terhadap Goffredo, bahkan ada sebuah graffiti di Janiculum yang bertuliskan Romanisti tremate perché er Tassinaro ve gonfia yang berarti Romanisti gemetar karena si supir taksi bengkak.

Goffredo merupakan orang yang berpengaruh di Ultras Lazio, dia merupakan salah satu dari capotifoso yang memprakarsai pindahnya rumah Ultras Lazio dari Curva Sud ke Curva Nord. Waktu itu terjadi perselisihan besar pada Eagles Supporters yang mengakibatkan mereka terpecah dan pindah ke Curva Nord dengan membentuk kelompok baru yaitu Viking. Hal tersebut juga membuat banyak kelompok supporter lain mengikuti hingga terbentuknya Irriducibili sampai Ultras Lazio sekarang ini. Saking berpengaruhnya, para pemain Lazio saat itu pun takut terhadap Goffredo cuma satu pemain yang berani dengan dirinya bahkan siap untuk adu fisik yaitu Giorgio Chinaglia. Goffredo sangat hormat dengan Chinaglia karena dialah orang yang memiliki keberanian untuk melawan AS Roma di setiap derby.

Il Tassinaro bersama Rene Van de Kerkhof

Goffredo memiliki memori indah pada Derby Della Capitale tahun 1979 yang dimenangkan oleh Lazio. Sebelum derby Goffredo dan rekan ultrasnya berniat membuat koreografi yang mengejek AS Roma. Rencananya simple, membuat suatu kalimat yang akan menutupi papan skor stadion Olimpico. Waktu itu cuaca di kota Roma sedang hujan, banner besar yang terbuat dari kanvas itu basah oleh air, berat dan Goffredo kesusahan untuk membentankannya. Goffredo panik, dia mulai berteriak, marah, mengumpat, dan mendorong para Laziali untuk terus berusaha membentangkannya, karena dia tidak mau koreo ini berakhir sia-sia dan menjadi bahan lelucon. Untungnya ada beberapa pemuda yang berprofesi sebagai pelaut, mereka menyambungkan banner tali ke sebuah batu dan mulai melemparkannya ke sisi lain papan skor. Dan cara itu berhasil, Goffredo kegirangan dia dibantu rekan-rekan yang lain mulai menarik banner tersebut hingga menutupi papan skor. Seketika itu pula Stadio Olimpico bergemuruh, Curva Nord bersorak begitu keras dan Curva Sud hening. Banner tersebut bertuliskan Ve Mannamo in B yang berarti Kami mengirimmu ke Seri B . Itu merupakan pukulan telak bagi AS Roma karena pada musim itu pula mereka terdegradasi ke Serie B.

Kami mengirimmu ke Serie B

Il Tassinaro” telah berpulang pada 1 Agustus 2012, namun semangat juangnya sebagai seorang Laziale untuk terus mendukung dalam berbagai kondisi patut untuk ditiru dan diapresiasi. Pria bertubuh sedang dan gempal ini akan selalu dikenang sebagai salah satu capotifoso Ultras Lazio yang unik dan mungkin tidak akan kita temui lagi di masa depan.“La, la, la, là, là…. i ragazzi del Tassinaro”.

Banner Il Tassinaro di Tribuna Tevere oleh Sodalizio

Penulis:

Achmad Syaifudin Ansori

Sumber :

http://www.sslaziofans.it/contenuto.php?idContenuto=27426

https://www.facebook.com/notes/since-1900/la-storia-di-goffredo-lucarelli-detto-il-tassinaro-romanisti-tremate-perch%C3%A9-er-t/10151078905892044/

Tre anni fa moriva ‘Il Tassinaro’. Buccioni: ‘Sabato lo ricorderemo’

http://www.laziowiki.org/wiki/Domenica_18_marzo_1979_-_Roma,_stadio_Olimpico_-_Roma-Lazio_1-2

http://www.forumlazioultras.it/forum/viewtopic.php?t=7589

About the author

Berikan komentar