Siamo Una Famiglia

Lazio Indonesia

HARAPAN BARU BERNAMA SERGEJ MILINKOVIC-SAVIC

Di era industri sepak bola modern saat ini, adakah pemain muda yang menolak ketertarikan klub raksasa macam Chelsea, Manchester United, dan Real Madrid? Jika ada, salah satunya pasti Sergej Milinkovic-Savic. Benarkah dia harapan baru bagi Lazio?

“Sergej hanya memikirkan Lazio. Dalam waktu dekat, kami akan membicarakan perpanjangan kontrak”. Demikian kata-kata Mateja Kezman seusai Milinkovic-Savic mencetak gol pembuka kemenangan 2-0 Lazio atas Roma di ajang Coppa Italia pada awal Maret lalu.

Awalnya, banyak yang menyangka ucapan Kezman tersebut hanya lip service khas agen pemain guna memicu peningkatan mahar atau nilai kontrak bagi kliennya. Maklum, pemain berpaspor Serbia itu adalah hot prospect Lazio dan tengah menjadi incaran klub-klub raksasa. Chelsea, Manchester United, Real Madrid, Juventus, Inter dan AC Milan adalah segelintir klub yang dikabarkan media tergiur untuk memboyong Milinkovic-Savic.

Namun nyatanya, apa yang dikatakan Kezman tersebut benar adanya. Pada 13 April lalu, Milinkovic-Savic resmi meneken pembaruan kontraknya bersama Lazio. “Lazio mengumumkan bahwa pemain Sergej Milinkovic-Savic telah memperpanjang kontraknya sampai 2022.” Demikian pengumuman Lazio melalui situs resmi mereka. Berita ini otomatis memutus spekulasi masa depan Milinkovic-Savic serta menutup pintu bagi klub-klub raksasa yang meminatinya.

Banyak pihak bertanya-tanya, apa yang ada di pikiran gelandang 22 tahun tersebut sehingga lebih memilih memperpanjang kontrak di Lazio ketimbang memikirkan tawaran klub lain. Tentang ini, Kezman hanya berkomentar, “Dia benar-benar mendedikasikan dirinya untuk Lazio.” Lebih lanjut, agen yang juga mantan striker Chelsea dan PSV tersebut kepada Tuttomercatoweb menambahkan, ” Dia ingin memenangkan Coppa Italia dan berhasrat membawa Lazio ke Liga Champions. Dia akan terus bekerja dan berkembang bersama Lazio. Sergej telah melakukan segala sesuatunya dengan baik, jadi wajar jika banyak klub besar memberikan perhatian padanya. Saya punya banyak kontak dan itu semua dari tim-tim besar. Namun, dia hanya memikirkan Lazio.” pungkasnya.

Pemain setia, di era industrialisasi sepak bola seperti sekarang ini, sangat sulit ditemukan. Pemain biasanya mudah saja berpindah klub (terutama) lantaran urusan finansial. Maka tak heran, kesetiaan yang Milinkovic-Savic tunjukkan mendapat apresiasi supporter Lazio. Perlahan, nomor punggung 21 menjadi jersey yang banyak dikenakan di kalangan Laziali.

Milinkovic-Savic kini menjadi harapan baru bagi Lazio dan para suporternya. Harapan akan adanya pemain bertalenta nan setia. Sejak bergabungnya hingga perkembangannya bersama Lazio, Milinkovic-Savic dianggap memiliki keduanya.

Kita tentu ingat betapa dramatisnya kisah bergabungnya Milinkovic-Savic pada awal musim 2015/16 lalu. Klubnya saat itu, RKC Genk, telah menerima tawaran dari klub Liga Italia, ACF Fiorentina. Ketika telah tiba di Kota Firenze untuk melakukan tes medis dan penandatanganan kontrak, Milinkovic-Savic tiba-tiba membatalkan kepindahannya sambil mengatakan bahwa ia hanya ingin pindah ke Lazio. Usut punya usut, Milinkovic-Savic merasa tidak enak hati kepada Igli Tare karena pernah menyatakan kesediaannya pindah ke Lazio saat ditawari direktur olahraga Lazio itu jauh sebelum tawaran ACF Fiorentina datang.

Lazio pun bergerak cepat dan langsung mengontak pihak klub RKC Genk untuk melakukan penawaran terhadap youngster Serbia tersebut. Akhirnya, Milinkovic-Savic resmi menjadi pemain Lazio dengan mahar sebesar 9 juta euro dan kontrak selama lima tahun.

Untuk urusan teknik, bersama Lazio, Milinkovic-Savic mengalami perkembangan yang signifikan. Berbekal kemampuan komplit seorang gelandang masa kini, di musim pertama, Milinkovic-Savic langsung nyetel dengan pola permainan yang dikembangkan allenatore Stefano Pioli. Tak heran, di musim debutnya bersama Lazio, Milinkovic-Savic langsung mencatatkan caps di angka 35 dengan rincian: 25 laga Serie A, 7 laga Europa League, 2 laga Coppa Italia, dan 1 laga Kualifikasi Champions League. Sebuah capaian yang luar biasa bagi rookie berusia 20 tahun mengingat debutan lainnya mengalami kesulitan. Sebut saja Ricardo Kishna (16 caps), Patric (9 caps) atau Ravel Morrison (8 caps).

Musim 2016/17 ini menjadi musim kedua bagi Milinkovic-Savic bersama Lazio. Di bawah asuhan pelatih muda Simone Inzaghi, kakak kandung dari kiper muda Manchester United, Vanja Milinkovic-Savic, itu semakin berkembang kualitasnya. Terbukti, hingga pekan ke-35 ini, jebolan akademi Vojvodina tersebut telah membukukan 32 caps atau hanya 3 kali absen dengan catatan minute plays sebanyak 2.552 (79,75 menit per partai). Hebatnya, Milinković-Savić hanya 3 kali memulai pertandingan dari bangku cadangan. Catatan caps Milinkovic-Savic ini akan menjadi 36 dengan tambahan 4 caps yang dibukukannya di ajang Coppa Italia.

Selain dari jumlah penampilan, peningkatan Milinkovic-Savic juga terlihat dari jumlah gol dan assist. Jika musim lalu Milinkovic-Savic hanya mencatatkan 3 gol dan 1 assist, maka musim ini dia menorehkan 7 gol dan 10 assist di semua ajang. Selain itu, penampilan Milinkovic-Savic juga semakin matang dan bagus. Menurut situs pencatat statistik sepak bola, whosecored.com, rating Milinkovic-Savic di kompetisi Serie A hingga penampilan terakhir kontra Sampdoria di pekan ke-35 ini adalah 7,35. Rerata ini berada di urutan ketiga di bawah Felipe Anderson (7,73) dan Senad Lulic (7,41) serta mengalahkan top scorer klub Ciro Immobile (7,33).

Melihat perkembangan teknik dan mental dalam dua musim terakhir, serta dedikasi dan kesetiaan yang telah ditunjukkan bagi klub, tak heran jika Milinkovic-Savic menjadi harapan baru Lazio. Jika bisa mempertahankan kedua faktor ini, bukan tidak mungkin Milinkovic-Savic akan menjadi ikon klub di masa depan. Sambil menunggu hal itu terjadi, mari kita dukung Sergej mewujudkan mimpinya untuk membawa Lazio menjuarai Coppa Italia dan finish di zona Liga Champions.

Berikan komentar