Siamo Una Famiglia

Lazio Indonesia

Distrik Monteverde : Rumah Bagi Suporter, Pemain dan Ultras Lazio

Di kota Roma terdapat banyak distrik-distrik yang menjadi bagian dari 15 municipi (kecamatan). Dari distrik-distrik tersebutlah munculnya basis-basis tifosi dan ultras untuk Lazio maupun La Roma. Beberapa distrik yang terkenal dengan ultrasnya antara lain seperti San Basilio, Monteverde, Quadraro dan masih banyak lagi. San Basilio merupakan rumah bagi fraksi San Basilio (Lazio), Quadraro merupakan distrik pekerja yang mayoritas pendukung partai Komunis Italia, rumah bagi dua kubu fraksi ultras Lazio dan la roma, yaitu Irriducibili (Lazio) dan Fedayn (la roma).

Kali ini penulis akan membahas tentang distrik Monteverde, distrik yang memiliki ikatan yang kuat dengan tim pertama di kota Roma, Societa Sportiva Lazio. Monteverde yang berarti gunung hijau merupakan sebuah distrik yang memiliki sejarah panjang di kota Roma. Terletak di Barat Daya kota Roma, di luar area Tembok Aurelian dan di sebelah selatan bukit Janiculum. Monteverde merupakan rumah bagi fraksi ultras tertua Lazio yaitu Commando Monteverde Lazio 74.

Baca juga : Fraksi Ultras di Curva Nord

Rumah Bagi Fraksi Ultras

Commando Monteverde Lazio 74 fraksi tertua di Lazio ini berdiri sejak tahun 1971. Dan sampai saat ini fraksi tertua ini masih setia mendukung Lazio dengan menempati pintu 49 di Curva Nord. Seperti yang pernah penulis ceritakan dalam artikel “Fraksi Ultras di Curva Nord”, nama Commando juga ditiru dan digunakan oleh kelompok ultras la roma. Dua nama kelompok ultras la roma yang menggunakan nama Commando adalah Commando Lupi dan Commando Ultras Curva Sud. Yang menarik adalah Commando Lupi ini merupakan suporter la roma yang berasal dari distrik Monteverde. Sama seperti Quadraro yang merupakan rumah bagi Irriducibili dan Fedayn, Monteverde juga merupakan rumah bagi CML 74 dan Commando Lupi.

Our Home Our Territory ! sumber : romethesecontime.blogspot.co.id

Tidak hanya itu, Monteverde juga merupakan tempat awal terbentuknya salah satu fraksi terbesar, terkenal dan paling lama memimpin di Curva Nord, Irriducibili. Dikisahkan oleh salah satu pemimpin Irriducibili, awal mulanya para suporter muda Lazio ini berkumpul di salah satu tempat untuk bermain kartu di Monteverde. Mereka memiliki ide baru dalam mendukung Lazio, yaitu menggunakan syal serta menjahit patch sepakbola dengan gaya Inggris. Inilah awal mula dimana perseteruan antara Eagles Supporters dan Irriducibilli berlangsung.

Graffiti War

Graffiti merupakan hal yang biasa bagi ultras untuk mengekspresikan perasaan mereka, begitu juga yang terjadi di Monteverde. Terdapat beberapa graffiti yang dilukiskan oleh suporter Lazio, salah satunya adalah mengenai hasil dari final Coppa Italia 2013. Ya, final yang bersejarah itu benar-benar dimanfaatkan oleh mereka untuk mengungkapkan perasaan gembira ke khalayak umum. Tulisan “Lazio Campione” dan “Monteverde Lulic” menghiasi jalanan distrik Monteverde. Tidak hanya graffiti yang mengungkapkan perasaan gembira, graffiti berbentuk ejekan pun ada. Graffiti ejekan yang dibuat suporter la roma bertuliskan “Laziale Coniglio” yang berarti (laziale penakut), sebelum dirubah oleh suporter Lazio dengan merubahnya menjadi “Romanista Coniglio”. Terdapat juga graffiti lain ekspresi kemarahan bertuliskan “Spaccarotella Infame”, Luigi Spaccarotella adalah polisi yang menembak suporter Lazio Gabriele Sandri.

Lazio Campione ! sumber : romethesecontime.blogspot.co.id

Lulic 71, Eroe ! sumber : romethesecontime.blogspot.co.id

Capo Ultras

Monteverde juga memiliki capo ultras yang cukup disegani, capo ultras dari CML 74 ini bernama Alessandro Musocco. Alesandro Musocco atau akrab dipanggil Tonno (Tuna) merupakan salah satu capo ultras yang biasanya memimpin para laziali untuk menyanyikan cori Lazio. Tugas tersebut bukanlah hal yang mudah, karena menyatukan suara 8000 orang butuh perjuangan yang besar. Tonno merupakan salah satu capo ultras yang sukses membuat cori-cori Lazio yang terkenal. Beberapa cori adalah Sosterremo Sempre Piu, Siamo Biscoti Galbusera dan Uomini Donne Vecchi Bambini.

Jika kamu melihat Derby Della Capitale Minggu lalu, kamu akan mendengar salah satu corinya. Cori yang diciptakannya ini terdengar sangat jelas ketika la roma melakukan pergantian pemain. Setelah penyiar stadion menyebutkan nama pemain yang masuk, seketika itu juga laziali berteriak “Sticazzi” yang berarti “i don’t give a fuck!” dalam dialek Roma. Penulis tidak terlalu mengetahui apakah Tonno masih terus hadir hingga sekarang ini, namun di beberapa video Tonno terlihat hadir memimpin Curva Nord yang sepi karena protes terhadap pembatas curva masih berlangsung. Para laziali memberi penghormatan kepadanya dengan cori “Ole Ole Ole Ole Tonno Tonno!

Baca juga : Goffredo “Il Tassinaro” Lucarelli

Berbicara mengenai capo ultras Lazio, sulit rasanya untuk tidak berbicara mengenai Goffredo Lucarelli atau yang terkenal dengan nick name “Il Tassinaro”. Ada sebuah lelucon mengenai “Il Tassinaro” yang diceritakan seorang teman, pada saat itu Lazio bermain away dan Goffredo sedang bertugas untuk membawa mobil jenazah bersama jenzahnya untuk dimakamkan di kota lain. Dasarnya gila Lazio, Goffredo malah menonton Lazio dulu dan memarkirkan mobilnya di luar stadion, hingga teman-temannya kaget mengetahui apa yang telah dia lakukan.  Seperti dalam artikel Goffredo “Il Tassinaro” Lucarelli, beliau tumbuh di kawasan Magliana. Magliana ini berbatasan langsung dengan Monteverde, jadi bukan hal yang aneh jika terdapat graffiti di Monteverde bertuliskan CML 74 dan “Il Tassinaro”.

Tassinaro Vive ! sumber : romethesecontime.blogspot.co.id

Tifo Lazio

Seperti di paragraf awal bahwa hal yang lumrah bahwa orang yang lahir di Monteverde tumbuh menjadi suporter Lazio. Begitu pula dengan pemain profesional yang lahir di Monteverde dan menjadi suporter Lazio. Pemain tersebut adalah Lorenzo De Silvestri. De Silvestri lahir di Monteverde dekat bukit Janiculum. Kedua orang tuanya yang berprofesi sebagai dokter gigi mendorongnya untuk aktif berolahraga. De Silvestri bergabung dengan Lazio Primavera setelah pemandu bakat Lazio saat itu Volfango Patarca tertarik untuk merekrutnya. Dirinya memulai debut bersama Lazio pada tahun 2005 kala melawan Tampere United. Walau seorang suporter Lazio, namun karirnya tidak begitu lama di Lazio hanya empat musim dengan 48 caps. Walaupun begitu De Silvestri sukses merasakan gelar satu-satunya bersama Lazio, ketika menjuarai Coppa Italia pada tahun 2009. Lorenzo De Silvestri juga merupakan teman dekat Gabriele Sandri.

Lorenzo dan Gabbo, sumber : gettyimages.ca

Bergeser sedikit ke Utara di distrik Monstespaccato terdapat seorang pemain profesional dan suporter Lazio yang bernama Daniele Portanova. Portanova ini sudah berulangkali berterus terang bahwa dia adalah suporter Lazio, bahkan dia ingin sekali menjadi pemain Lazio walau tidak digaji sekalipun tapi manajemen Lazio menolaknya. Pada musim 2010, Portanova sukses menjebol gawang Lazio yang dijaga Muslera tetapi dirinya menolak untuk melakukan selebrasi, pada akhirnya Bologna kalah 2-3 dari Lazio. Keesokan harinya Portanova didatangi sekelompok ultras yang mengecam tindakannya tersebut yang tidak mau merayakan gol tapi Portanova menjawab dengan tenang “saya sudah melakukan pekerjaanku secara profesional tetapi melakukan selebrasi terhadap tim favoritku adalah hal yang tidak benar”. Kabar baiknya, sang anak Manolo Portanova saat ini bergabung dengan Lazio Primavera, walau masih muda Manolo sudah menjadi tim inti Lazio Primavera dan dipanggil oleh Timnas Italia. Di Padre In Figlio !

Portanova, sumber : laziopolis.it

Nah, itu dia beberapa alasan mengapa distrik Monteverde merupakan salah satu distrik yang memiliki ikatan kuat dengan Lazio. Rumah bagi para suporter, pemain dan ultras Lazio. Jika kamu memiliki kesempatan berkunjung ke kota Roma, rasanya kamu wajib untuk jalan-jalan di distrik ini. Seperti kota Roma, Monteverde akan abadi untuk terus mendampingi Societa Sportiva Lazio. A Roma Solo La Lazio!

Sumber :

Alberto Testa, Thesis “OPPOSING THE ‘SYSTEM’: IDEOLOGY AND ACTION IN THE ITALIAN FOOTBALL TERRACES

Rome The Second Time

Lalaziosiamonoi

Lazionews24

Laziofever

About the author

Io tifo Lazio, Il tuo pure

Berikan komentar