Siamo Una Famiglia

Lazio Indonesia

Despacito Ala Punggawa Lazio

Lupakan sedikit tentang euforia kekalahan terindah pada Derby Della Capitale semalam, kenapa kekalahan terindah? Karena mayoritas Laziale di seluruh dunia pun sadar walaupun match berakhir dengan kekalahan namun ada kemenangan yang dirasakan lebih dan menjadi sukacita tersendiri karena Lazio berhasil melenggang ke Final Coppa Italia setelah berhasil menang aggregat 3-4 melawan rival abadi yaitu AS. Roma. Hanya selangkah lagi Lazio bisa merebut kembali title juara coppa pada final nanti saat bertemu lawan antara Juventus atau Napoli.

Kembali seperti kalimat diatas, lupakan euforia kemenangan dan statistik sekarang kita akan bahas sebuah video menarik dari Il Laziale Ponderato yang merangkum sedikit tentang aksi para pemain Lazio diruang ganti ketika menari bersama dan menyanyikan sebuah lagu dengan bahas Spanyol.

Lagu diatas berjudul Despacito adalah lagu milik Luis Fonsi yang berduet dengan Daddy Yankee, penyanyi asal Puerto Riko. Despacito yang mempunyai makna slowly does it! atau lakukan dengan perlahan-lahan!. Lagu tersebut bisa dibilang mempunyai mood happy sedikit agak nakal yang menceritakan kebahagiaan seseorang pada pasangannya dan ingin melakukan kebahagiaan tersebut bersama-sama seperti menari, dan berakhir dengan percintaan, itulah mengapa lagu ini ingin menceritakan agar semuanya dilakukan dengan perlahan-lahan.

Lagu milik Luis Fonsi ini memang ternyata sedang booming di Italia, bahkan Despocito merajai tangga lagu di Italia bahkan beberapa platform musik digital seperti Spotify, Apple Music dan Shazam pun sempat menjadikan single Luis Fonsi ini sebagai single terlaris di aplikasi mereka.

Keluar dari konteks Despacito milik Luis Fonsi, pertanyaan yang muncul mengapa para pemain Lazio menyanyikan lagu ini diruang ganti untuk merayakan lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia.

Dari segi arti, seperti disebut diatas lagu tersebut memiliki maksa kebahagian, mungkin analogi mudaahnya yang bisa kita bayangkan adalah kebahagiaan para punggawa Biancoceleste yang berhasil ke Final Coppa dengan menekuk musuh bebuyutan yang notabene adalah rival abadi dengan sakit yang dilakukan secara perlahan-lahan (Despocito), mulai dari hasil positif di leg pertama, hingga leg kedua pun pesakitan sang rival belum usai dan kali ini benar-benar dibuat secara perlahan. Dimana anak asuh Spaletti yang memiliki dominasi selama pertandingan dan (mungkin) mereka berpikir memiliki mental sehingga bisa membuat sejarah dengan membalikkan keadaan seperti yang dilakukan Barcelona saat menjamu PSG di Liga Champion beberapa waktu lalu, tapi sayangnya Roma bukanlah se-superior Barcelona dimana semuanya buyar ketika bola rebound berhasil dikonversi menjadi gol pertama oleh Sergej Milinkovic Savic sehingga membuat mental punggawa Roma berantakan.

Atau mungkin Despocito yang dimaksud oleh Felipe Anderson dan kawan-kawan diruang ganti adalah sakit secara perlahan dimana kemenangan 3-2 yang sama sekali tidak berarti apa-apa.

Ay
Fonsi
Dy
Oh
Oh no, oh no
Oh yeah
Diridiri, dirididi Daddy
Go
Sí, sabes que ya llevo un rato mirándote
Tengo que bailar contigo hoy (DY)
Vi que tu mirada ya estaba llamándome
Muéstrame el camino que yo voy (Oh)
Tú, tú eres el imán y yo soy el metal
Me voy acercando y voy armando el plan
Solo con pensarlo se acelera el pulso (Oh yeah)
Ya, ya me está gustando más de lo normal
Todos mis sentidos van pidiendo más
Esto hay que tomarlo sin ningún apuro
Despacito
Quiero respirar tu cuello despacito
Deja que te diga cosas al oído
Para que te acuerdes si no estás conmigo
Despacito
Quiero desnudarte a besos despacito
Firmo en las paredes de tu laberinto
Y hacer de tu cuerpo todo un manuscrito (sube, sube, sube)
(Sube, sube)
Quiero ver
Berikan komentar