Siamo Una Famiglia

Lazio Indonesia

Brasilazio

Mungkin bagi Laziale yang akan terlintas negara terbanyak selain Italia sebagai negara pemasok pemain Lazio selain Italia pasti akan didapati negara Argentina. Jika jawabanya Argentina, maka akan wajar mengingat negara ini menyumbang bintang Tim nasionalnya bagi Lazio. Siapa yang tidak kenal dengan Crespo, Lopez, Veron, Simeone, Sensini, Almeyda, Sorin, Castroman, Carizzo, Cruz dan Zarate. Mereka ialah bintang Lazio asal Argentina di awal milenium 2000.

Atau jika kita teringat negara lain selain Italia sebagai gudangnya pemain Lazio sah sah saja jika sebut Jerman. Selain Klose, di awal 90an pasti akan kita jumpai Thomas Doll dan Karl Heinz Riddle. Namun jauh sebelum itu ada negara yang sangat dekat dengan Lazio di medio 30an. Negara itu ialah Brazil.

Piala Dunia pertama yaitu PD Uruguay 1930 rupanya membuat pandangan negara-negara Eropa terbelalak. Permainan ciamik tim sepakbola Amerika Latin rupanya memikat klub-klub besar Eropa. Tim Nasional Brazil menjadi salah satu primadona salah satunya. Eksodus dalam jumlah besar terjadi di Serie A Liga Italia. Kala itu Italia ingin membuat sepakbola menjadi prioritas utama dan Serie A dijadikan ujung tombak kompetisi modern. Sebagai Liga sepakbola yang baru saja bergulir maka bintang-bintang Latin pun didatangkan.

Penggawa Lazio tahun 1930.

Pemain Lazio pertama datang pada musim 1930/1931 ialah duo Fantoni. Mereka ialah Juan “Ninao” Fantoni (Fantoni I) dan Octavio “Nininho” Fantoni (Fantoni II). Setelah mereka sukses di Lazio maka eksodus pemain Brazil di Lazio makin banyak. Selain mereka memiliki skil yang baik mereka juga punya hubungan orang tua Italia sehingga sebagian bisa menjadi pemain timnas Italia. Bahkan Filo Guarisi menjadi striker Italia di Piala Dunia 1934 kala itu.

Saking banyaknya pemain Brazil, dalam medio 1930- 1936 Lazio memiliki 14 pemain asal Brazil. Tim biru langit kala itu dijuluki oleh media Italia “Brasilazio”. Bahkan di musim 1931/1932 Lazio memiliki 9 pemain Brazil yang menjadi pemain utama dalam setiap pertandingan. Di musim ini Lazio memang kalah mentereng prestasinya namun ada 2 momen spesial bagi tim “Brasilazio” yakni Lazio berhasil membuat rekor kemenangan terbesar kala itu. Lazio menang 9-1 atas Modena. Dan yang kedua ialah kemenangan atas Juventus 2-1 di kota Turin. Kemenangan ini terasa spesial karena kala itu Juventus menjadi tim elit dan menjuarai Serie A awal periode 30an.

Enzio Serafini (kiri), saat memperkuat Lazio di pertandingan away tahun 1931.

Namun ada pula kisah sedih bagi “Brasilazio”, mulai dari cemooh orang Brazil yang mempertanyakan nasionalisme mereka dan juga adanya insiden meninggalnya Nininho usai laga melawan Torino 20 Januari 1934. Setelah kisah tragis itu dan juga kedatangan bintang Italia kala itu Silvio Piola maka era “Brasilazio” usai. Namun di tahun 1936 karena kecintaannya terhadap Lazio mereka membentuk tim sepakbola khusus Ex Pemain Lazio dan sering melakukan pertandingan persahabatan di Brazil.

Punggawa Brasilazio:

► Amilcar Barbuy – nella Lazio nel 1931/32
► Josè “Rato” Castelli – nella Lazio nel 1931/321932/33 e 1933/34 (parziale)
► Armando Del Debbio – nella Lazio nel 1931/321932/331933/341934/35
► Alejandro Demarìa – nella Lazio nel 1931/321932/331933/341934/35
► Anfilogino “Filò” Guarisi – nella Lazio nel 1931/321932/331933/34,1934/35 e 1935/36
► Maturio Fabbi – nella Lazio nel 1931/32
► Juan “Ninão” Fantoni – nella Lazio nel 1930/311931/321932/33,1933/34 e 1934/35
► Leonidio “Niginho” Fantoni – nella Lazio nel 1932/331933/34 e 1934/35
► Octavio “Nininho” Fantoni – nella Lazio nel 1930/311931/321932/33,1933/34 e 1934/35
► Pedro “Pepe” Rizzetti – nella Lazio nel 1931/321932/33 e 1933/34
► Duilio Salatin – nella Lazio nel 1932/33 e 1933/34
► Enzio Enrique Serafini – nella Lazio nel 1931/321932/331933/341934/35
► André Emanuel Tedesco – nella Lazio nel 1931/32

► Benedicto Zacconi – nella Lazio nel 1935/361936/371937/381938/39

Penulis :
Berikan komentar