Siamo Una Famiglia

Lazio Indonesia

Interview : Tiga Anggota Lazio Asia Berhasil Mewujudkan Mimpi, Pertandingan yang Ditunggu (Part 2)

Erik, Noel, dan Nigel bersiap untuk hari selanjutnya, hari yang ditunggu-tunggu, menonton pertandingan Lazio di Olimpico. Setelah mendapatkan jamuan makan malam di restoran Al Grottino del Laziale. Minggu, 8 Januari 2017 adalah pertandingan pertama Lazio di tahun 2017. Serie A kembali bergulir setelah libur musim dingin selama dua pekan. Crotone di atas kertas memang terpaut jauh dengan Lazio, secara materi pemain  dan permainan tentunya ini akan menjadi hal yang mudah bagi Lazio untuk merebut tiga poin.

Hari yang ditunggu telah tiba, melihat pertandingan Lazio – Crotone. Kemenangan adalah harga mati bagi Lazio, agar mereka mampu bersaing untuk memperebutkan tiket ke Eropa setelah pertandingan sebelumnya dihajar Internazionale. Selain itu, kemenangan adalah kado terindah bagi Lazio yang akan berusia 117 tahun keesokan harinya. Namun siapa sangka, Lazio baru bisa mengunci kemenangan pada menit-menit akhir, setelah Immobile sukses menerima “assist” Rosi. Seluruh stadion bersorak gembira merayakan kemenangan Lazio yang susah payah diraih.

Lalu, bagaimana reaksi Erik, Noel dan Nigel yang menonton langsung pertandingan tersebut di Olimpico? Selanjutnya, mari kita simak interview bagian kedua mengenai pertandingan Lazio menghadapai Crotone dari sudut pandang mereka.

Baca juga, Interview : Tiga Anggota Lazio Asia Berhasil Wujudkan Mimpi, The Long Awaited Journey (Part 1)

Q             : Pertandingan Lazio menghadapi Crotone digelar pada sore hari dengan cuaca yang sangat dingin di Italia, apakah kamu sudah tahu akan hal ini dan mempersiapkannya?

Erik         : Ya, cuacanya memang dingin. Tapi tidak masalah selama kamu memakai jaket.

Noel      : Cuacanya memang sangat dingin untuk ukuran orang Hongkong. Walaupun sudah memakai beberapa lapis baju, aku masih merasa kedinginan. Cuacanya masih oke bagiku, namun bagi istriku yang takut dingin, itu hal yang lain lagi. Aku menaruh perhatian lebih padanya akan hal ini.

Nigel      : Aku sudah diperingatkan akan hal ini oleh banyak orang, bahwa cuacanya akan sangat dingin. Aku sudah mempersiapkannya, tapi aku tidak menduga bahwa cuacanya sangat dingin sekali -20˚ celcius ! Aku tidak akan mau bepergian ke Eropa lagi di bulan Januari.

tidak banyak laziali yang datang pada pertandingan Lazio-Crotone

Q             : Apakah kalian ikut corteo bersama laziali lainnya di Ponte Milvio? Adakah dari kalian yang membawa banner?

Erik         : Ya, kita ikut corteo di Ponte Milvio. Sebelumnya banyak laziali yang sudah kumpul dan menunggu di bar. Kemudian kita beramai-ramai jalan bersama menuju Olimpico. Aku membawa banner.

Noel      : Ya, sebelumnya aku mampir ke Lazio Style dulu bersama istriku, setelah itu kami menuju Ponte Milvio untuk bertemu dengan para suporter Lazio. Di sana semua orang adalah laziale, banyak orang berkumpul di bar untuk mengobrol. minum dan makan siang. Setelah itu kami mulai berjalan menuju Olimpico tentunya diiringi cori-cori Lazio dan bendera-bendera yang terus berkibar.

Nigel      : Tentu saja, itulah tradisi bagi kita. Minum-minum bersama temanmu dan berjalan bersama menuju Olimpico. Bagiku ini sangat spesial. Hanya Erik dan aku yang membawa banner.

banner yang dibawa oleh Erik

Mereka (Laziale) sangat ramah kepada kita – Erik

Q             : Aku mendengar kalian menghadapi sedikit masalah dengan keamanan stadion Olimpico, apa yang terjadi?

Erik         : Benar, pelajaran yang bisa diambil adalah jangan bawa tas ketika menonton Lazio. Karena mereka akan memeriksa tasmu dengan sangat telit dan menyita banyak waktu. Mungkin mereka takut aku membawa sesuatu yang berbahaya. Soal banner sendiri sih tidak terlalu ketat pemeriksaannya, hanya melihat kata-kata banner itu saja.

Noel      : Ya, karena ini pertama kalinya aku menonton di Olimpico. Aku tidak tahu bahwa tidak boleh membawa botol termos ke dalam stadion. Keamanan stadion memeriksa tasku dan menemukan botol termos ini. Mereka meminta untuk meninggalkan botol termos ini di lantai samping stadion, dan aku bisa mengambilnya nanti. Tentu saja aku mengambil botol termosku seusai pertandingan haha.

Nigel      : Hahaha benar, keamanan stadion memeriksa Erik dan Noel. Aku rasa tongkat dari banner Erik menarik perhatian beberapa polisi. Noel harus pasrah botol termosnya disita. Kamu harus berhati-hati dengan apa yang akan kamu bawa ke dalam stadion.

berkumpul di Ponte Milvio sebelum menuju stadion Olimpico

Q             : Bagaimana suasana di Olimpico waktu itu? Sebagian dari Ultras Lazio masih bersikeras untuk tidak hadir mendukung Lazio di Olimpico, pendapatmu akan hal ini?

Erik         : Suasananya bagus, tapi tidak banyak orang yang menonton pada waktu itu. Temanku berkata ini adalah jumlah penonton paling sedikit yang pernah dia lihat di Olimpico. Ini adalah pertama kalinya aku hadir ke Olimpico jadi belum bisa membandingkan dengan pertandingan lain. Mengenai itu, sebagian Ultras Lazio yang masih hadir di Curva Nord benar-benar hebat, mereka terus bernyanyi sepanjang pertandingan.

Noel      : Suasananya bagus di Curva Nord. Kami bernyanyi dan berteriak bersama. Pendapatku, aku akan terus selalu mendukung Lazio. Tahun ini Lazio telah melebihi harapan, setidaknya untukku. Aku berharap semua laziale tetap mendukung Lazio.

Nigel      : Suasananya sangat menyedihkan. Maaf kepada Erik dan Noel, yang hadir untuk pertama kali dan harus melihat stadion yang hampir kosong. Menurutku, setiap orang memiliki hak untuk menyatakan pendapatnya. Bagiku, aku tidak bisa membiarkan la Lazio berjuang sendirian. Aku benci Lotito hingga ke sumsum tulangku, tapi aku tidak bisa membiarkan la Lazio mati. Lotito bukan Lazio, ini seperti kamu melihat orang yang kamu kasihi menderita kanker. Sementara dirimu membiarkannya mati, aku tidak bisa melakukan itu.

Nigel bersama temannya yang cantik

Itu adalah pertandingan yang mengerikan dan (suasananya) menyedihkan – Nigel

Q             : Pada pertandingan Lazio melawan Crotone, kita susah payah mencetak gol. Bagaimana pendapatmu tentang performa Lazio tersebut?

Erik         : Melihat dari Curva Nord cukup sulit bagiku untuk mengamati bagaimana performa Lazio saat itu. Aku menikmati bernyanyi bersama dengan laziali lainnya, tapi gol Ciro sungguh hebat. Sebenarnya performa Lazio dari dulu memang seperti ini, jadi aku sudah terbiasa haha.

Noel      : Ya, kita mendominasi pertandingan. Kita tidak bermain buruk, tapi Biglia gagal mengeksekusi penalti, dimana tepat menghadap Curva Nord.  Untungnya Ciro mencetak gol, kado terbaik buat ulang tahun Lazio.

Nigel      : Sejujurnya itu pertandingan yang sangat mengerikan. Karena kita gagal mencetak satu gol walau sudah menghasilkan 10 tendangan tepat sasaran. Tapi, Crotone juga pernah membuat Milan kesulitan di San Siro. Hal yang terpenting adalah kita mendapatkan tiga poin, dan ketika Ciro mencetak gol, aku melompat dan menarik teman-temanku haha.

penalti yang gagal dieksekusi Biglia

Q             : Kalian tahu media-media selalu menulis hal buruk tentang suporter Lazio dengan menuduh mereka rasis. Sebagai suporter Lazio dari Asia, apakah kalian mengalami hal yang dituduhkan itu?

Erik         : Aku sama sekali tidak mengalaminya, jadi hal itu tidak benar. Mereka sangat ramah terhadap kita.

Noel      : Ya mereka (media) menuliskan itu, tapi aku tidak terlalu memikirkan itu. Aku hanya berharap bahwa tidak ada tindakan rasis yang dilakukan laziale. Karena Lazio adalah tim internasional, jadi kita harus membangun citra yang positif bagi Lazio.

Nigel      : Semenjak menjadi laziale dari tahun 1993, aku sudah terbiasa membaca berita-berita negatif itu. Aku menonton di Curva Nord pada tahun 2011, setiap aku kembali sana banyak orang datang memelukku, menciumku bahkan berjabat tangan dan berterima kasih atas kehadiranku. Sebagai orang Singapura dari etnis China, jika suporter Lazio rasis, bagaimana kamu menjelaskan pengalamanku ini?

Momen favoritku adalah ketika aku berjalan menaiki tangga untuk menuju tempat dudukku di dalam stadion. Itu sangat menyentuh hati, karena akhirnya mimpiku menjadi kenyataan – Noel

Q             : Terakhir apa momen favorit kalian dari pertandingan tersebut? Atau mungkin cori favorit yang kalian nyanyikan?

Erik         : Momen favoritku adalah ketika aku menyanyikan cori Bisogna Vincere. Ooo forza lazio ale ooo forza lazio ale ooo forza lazio ale bisogna vincere !

Noel      : Momen favoritku adalah ketika aku berjalan menaiki tangga untuk menuju tempat dudukku di dalam stadion. Itu sangat menyentuh hati, karena akhirnya mimpiku menjadi kenyataan. Selain itu, ketika Ciro mencetak gol, Curva Nord berubah menjadi mode hiper, semua laziale menjadi gila.

Nigel      : Tentu saja ketika Ciro mencetak gol di menit terakhir. Aku melepaskan semua perasaan marah, frutstasi dan kekhawatiran menjadi satu. Aku benar-benar gila pada saat itu. Menarik teman-temanku ke bawah, memeluk orang-orang serta menarik baju orang yang tidak aku kenal. Itu hal yang sedikit memalukan ketika aku sadar akan perbuatanku.

Noel dengan jersey Ledesma di Curva Nord

Itu dia interview bagian kedua dari sudut pandang Erik, Noel dan Nigel mengenai pertandingan Lazio melawan Crotone. Terdengar menarik dan mendebarkan, terlebih lagi ini adalah pengalaman pertama bagi Erik dan Noel. Jangan lupa baca interview bagian pertama dan nantikan interview bagian ketiga mengenai perayaan ulang tahun ke 117 Lazio. Forza Lazio Asia !

Sumber foto :

koleksi pribadi Erik, Noel dan Nigel.

About the author

Io tifo Lazio, Il tuo pure

Berikan komentar