Siamo Una Famiglia

Lazio Indonesia

Interview : Tiga Anggota Lazio Asia Berhasil Wujudkan Mimpi, The Long Awaited Journey (Part 1)

Mimpi bagi seorang laziale adalah bisa melihat pertandingan Lazio di Olimpico. Mimpi yang sederhana bagi seorang laziale. Perkara kebagian tempat di Curva Maestrelli atau Monte Mario itu urusan nanti, yang penting kita bisa nonton Lazio. Sayangnya mimpi yang sederhana itu ternyata membutuhkan usaha yang cukup besar, bahkan terlampau berat bagi kita laziale di Asia. Dana menjadi hambatan terbesar untuk mencapai mimpi indah itu.

Beruntung, Januari lalu ada tiga orang anggota Lazio Asia yang berhasil mewujudkan mimpi itu. Tiga orang tersebut adalah Erik (Lazio Indonesia), Noel (Lazio Hongkong) dan Nigel (Lazio Singapura). Ketiganya berhasil merasakan atmosfer hebat Curva Nord.  Berkumpul dengan laziali dari seluruh dunia dan hadir dalam perayaan ulang tahun Lazio di Piazza Della Liberta. Jika melihat Lazio secara langsung adalah mimpi bagi laziale, maka mereka ini sedang mengalami mimpi basah karena berhasil melihat Lazio dan hadir dalam perayaan ulang tahun Lazio.

Artikel kali ini akan berisi tanya jawab (interview) antara penulis dengan Erik, Noel dan Nigel. Interview ini akan dibagi dalam tiga topik utama, yaitu perjalanan ke Roma, pertandingan Lazio melawan Crotone, serta perayaan ulang tahun ke 117 Lazio. Nah sudah ga sabar kan, langsung simak aja interview di bawah ini ya.

Q          : Menonton Lazio secara langsung di Olimpico adalah mimpi seorang laziale, apakah ini perjalanan pertamamu ke Roma untuk melihat Lazio?

Erik      : Ya, ini adalah perjalanan pertamaku. Sudah lama aku mengidamkan ini, sejak suka Lazio pada tahun 1998. Sekarang aku lagi studi di London, mumpung dekat ya sekalian aja merealisasikan mimpi.

Noel    : Ya benar, karena ini adalah mimpiku sewaktu aku masih SMA. Aku suka Lazio sejak tahun  2000, semenjak itu aku berharap bahwa aku bisa pergi ke Olimpico untuk melihat Lazio bermain.

Nigel     : Tidak, ini adalah perjalananku yang ke sepuluh kali. Perjalanan pertamaku adalah pada tahun 2007. Semenjak itu, aku berjanji kepada diriku bahwa setiap tahun aku harus kembali kesini.

Q             : Jadi kalian sudah merencanakan perjalanan ini jauh-jauh hari sebelumnya?

Erik         : Tentu saja, karena aku merasa ini waktu yang tepat, mumpung lagi weekend.

Noel      : Ya, karena sebenarnya ini adalah perjalanan bulan maduku. Aku berencana datang ke Eropa khususnya ke Jerman dan Italia.

Nigel      : Benar, pada setiap perjalanan aku sudah menyiapkannya matang-matang. Biasanya aku pergi pada musim dingin dan aku jatuh cinta pada perayaan ulang tahun Lazio di Piazza Della Liberta sejak dua tahun lalu. Jadi kali ini aku berencana datang untuk yang terakhir kali.

makan malam di Al Grottino del Laziale

Q             : Sebenarnya kalian berencana untuk pergi sendiri-sendiri atau sudah berjanji untuk pergi bersama?

Erik         : Sebelumnya aku sudah janjian sama Nigel buat nonton pertandingan Lazio-Crotone ini dan makan malam bersama laziale lainnya. Kita berangkat sendiri-sendiri, lalu kita ketemuan disana.

Noel      : Benar, akan tetapi Nigel mengajakku untuk pergi bersama dan akan ada makan malam bersama laziale lainnya. Jadi aku dan istriku sepakat untuk bergabung dengannya, untuk makan malam dan menonton pertandingan Lazio.

Nigel      : Aku tidak membuat pengumuman kepada mereka, tapi karena Erik tinggal di London dan aku tahu Noel sedang berbulan madu di Italia, aku ajak mereka sekalian. Karena aku ingin mereka merasakan menonton Lazio dengan tradisional dan bukan sebagai turis.

Q             : Ngomong-ngomong selain datang ke Roma untuk melihat Lazio, kalian pergi kemana saja?

Erik         : Tujuan utamaku adalah untuk melihat Lazio. Kalo mampir-mampir itu cuma bonus aja sih, kemarin cuma mampir ke Colosseum.

Noel      : Melihat Lazio bermain di Olimpico adalah mimpiku dan istriku sangat mendukungku akan hal ini, jadi ini prioritas utama. Setelah itu kami melanjutkan destinasi bulan madu selanjutnya, antara lain Venice, Florence dan Milan.

Nigel      : Solo la Lazio, tapi karena aku memiliki waktu luang jadi aku pergi ke Austria dulu. Aku bertemu laziali di Vienna dan Inssbruck, kemudian kita pergi bersama ke Roma menggunakan kereta api.  Salah satu pengalaman yang mengesankan, karena saat itu suhu udara menyentuh -20 derajat celcius, dan aku berpikir bahwa my balls were frozen.

Enrico, pemilik restoran Al Grottino del Laziale, menyajikan menu kepada laziali

Q             : Oh ya, apakah kalian sudah memiliki teman di kota Roma sebelumnya? Atau ini benar-benar pengalaman baru bagi kalian?

Erik         : Sebelumnya aku udah mengenal beberapa teman lewat facebook. Tapi ya baru bertatap muka kemarin ketika makan malam di Al Grottino del Laziale dan Nigel mengenalkan beberapa temannya kepadaku.

Noel      : Aku belum mengenal siapa-siapa jadi ini benar-benar pengalaman baru bagiku. Nigel memperkenalkan beberapa temannya kepadaku pada saat kita makan malam di Al Grottino del Laziale.

Nigel      : Tentu saja, aku punya beberapa teman dekat di kota Roma. Aku sangat percaya dengan mereka. Lazio memang sebuah tim, tapi bagiku Lazio pula yang memperluas jaringan pertemananku. Kadang aku berpikiri mereka ini lebih mengerti diriku daripada istriku sendiri. Temanku, Ricciardo, pernah menyetir sejauh tiga jam ke Frascati hanya untuk makan malam denganku. Sungguh hal yang luar biasa, Lazio mampu menyatukan kita dan menempa persahabatan yang hebat ini.

ramah tamah, looks so tempting

Q             : Berapa lama kalian di Roma? Kalau boleh tau kalian menghabiskan biaya berapa?

Erik         : Cuma tiga hari, berangkat Sabtu pagi malamnya dinner. Besoknya nonton Lazio-Crotone dan ikut perayaan ulang tahun Lazio, Senin sudah pulang. Aku lupa pastinya, tapi sekitar 150-200 euro. Untuk ukuran pengeluaran di Eropa dengan biaya segitu termasuk menengah, ga terlalu mahal dan ga terlalu murah. Harusnya bisa lebih murah lagi, karena aku dan Nigel mendapatkan harga yang berbeda walau kita di hotel yang sama. Ngomong-ngomong aku juga tetap apply Visa karena bukan warga Eropa.

Noel      : Kita di Roma selama tiga hari.

Nigel      : Aku menghabiskan total $2800 SGD untuk tiket serta akomodasi, makan serta transportasi disana. Ngomong-ngomong aku sangat beruntung sekali tidak membutuhkan Visa untuk pergi ke Eropa.

Nah itu dia interview bagian pertama mengenai perjalanan Erik, Noel dan Nigel ke kota Roma. Nantikan interview bagian kedua dan ketiga untuk lebih tau mengenai suasana pertandingan di Olimpico dan meriahnya perayaan ulang tahun Lazio. Forza Lazio Asia !

Sumber foto :

koleksi pribadi Erik, Noel dan Nigel.

About the author

Io tifo Lazio, Il tuo pure

Berikan komentar